Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Salahkan Gen

Written By Admin on Senin, 12 Desember 2011 | 12.12.11

Bau badan tentu bisa membuat seseorang jadi tidak percaya diri. Jika bau badan tak kunjung hilang dan tidak diketahui penyebabnya, maka bisa jadi hal itu dipengaruhi oleh gen yang dimilikinya.

Studi terbaru menunjukkan bahwa sekitar sepertiga orang dengan bau badan dan tidak diketahui penyebabnya memiliki hasil tes yang positif untuk trimethylaminuria, yaitu gangguan genetik yang menyebabkan seseorang memiliki bau badan parah seperti bau amis.


Orang dengan trimethylaminuria diketahui tidak bisa memetabolisme senyawa kimia trimethylamine karena adanya mutasi pada gen FMO3. Akibatnya ia akan mengalami bau badan meskipun sudah membersihkan diri dengan rutin.

Umumnya ada beberapa makanan yang diketahui mengandung kadar kolin yang tinggi sehingga memicu tubuh menghasilkan senyawa kimia tersebut seperti telur, gandum, daging, ikan laut dan kacang-kacangan tertentu.

"Bau badan amis atau seperti ikan ini merupakan kasus yang paling parah," ujar peneliti George Preti, PhD, seorang ahli kimia organik dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, seperti dikutip dari HuffingtonPost, Senin (5/9/2011).

Gangguan bau badan ini memiliki gejala seperti:
1. Badan berbau ikan yang sangat menyengat, meliputi urine, keringat, napas dan cairan reproduksi
2. Terdapat kandungan trimetilamina dalam urine dan keringat
3. Pada perempuan, bau badan akan semakin buruk sebelum dan selama masa menstruasi, saat mengonsumsi konstrasepsi oral, dan menjelang menopause

Peneliti mengungkapkan Trimethylaminuria diklasifikasikan sebagai kasus yang langka meskipun jumlah pastinya tidak diketahui. Hal ini karena adanya masalah dalma hal diagnosis.

Dalam studi ini peneliti menguji 353 orang yang mengalami bau badan tanpa diketahui penyebabnya dan bukan disebabkan oleh masalah kebersihan pribadi. Diketahui sekitar sepertiga dari peserta dinyatakan positif memiliki trimethylaminuria.[detikhealth]

Seseorang yang mengalami gangguan bau badan biasanya mewarisi kelainan gen yang diidap oleh orang tuanya

Sebagian orang yang mengalami bau badan tidak dapat menjelaskan penyebabnya. Belum lama ini, penelitian mengungkapkan gangguan tersebut diakibatkan oleh kelainan pada genetik.

Kondisi ini dikenal dengan sebutan trimethylaminuria yang disebabkan senyawa trimetilamin (TMA) yang berlebihan. TMA diproduksi saat orang mencerna makanan yang mengandung zat kolin, terdapat pada ikan laut, telur, hati dan kacang-kacangan tertentu seperti kedelai dan kacang merah. Demikian yang dilansir worldbulettin, Kamis (15/9).

“Seseorang yang mengalami gangguan metabolisme trimethylaminuria sporadis dapat menghasilkan bau yang menyengat meskipun kesehatannya baik,” ungkap Paul Wise, di pusat Monell Sense imia di Philadelphia, yang dimuat dalam American Journal of Medicine.

Menurut Wise, dampak  psikososial trimethylaminuria mungkin tidak berbahaya, namun untuk menghilangkan gangguan tersebut, akan sulit mendiagnosis tanpa melakukan tes.

Trimethylaminuria juga dipicu oleh cacat pada gen FMO3 yang meghambat kemampuan tubuh untuk  memproses TMA dalam tubuh dan mengubahnya menjadi senyawa bebas bau.

Sementara, TMA sendiri memiliki bau amis yang kuat. Namun, hanya sekitar 10 sampai 15 persen orang yang memiliki trimethylaminuria tertentu, sehingga sulit untuk  dilakukan diagnosis.

Seseorang yang mengalami gangguan tersebut tentu saja mewarisi kelainan gen itu dari kedua orang tuanya yang memiliki FMO3. Jika salah satu dari orang tuanya memiliki kelainan tersebut, secara otomatis ia akan menurunkannya.

Hasil studi di Inggris telah menunjukkan, satu persen dari orang kulit putih mengidap FMO3, dengan beberapa kelompok etnis termasuk orang-orang dari Ekuador dan New Guinea, yang memiliki kemungkinan tingkat lebih tinggi.

Selain itu, para peneliti juga menemukan sekitar sepertiga dari 353 pasien yang diuji, positif mengidap trimethylaminuria. Pengujian itu dilakukan dengan mengukur tingkat TMA dalam urin setelah mereka mengkonsumsi minuman yang mengandung zatkolin.

Dari 188 pasien yang positif, hanya 3.5 persen yang mengeluh bau “amis” pada badannya.

George Preti, seorang ahli yang juga ikut dalam penelitian tersebut mengatakan, penyebab kedua paling umum terjadinya bau badan juga dipicu dari bau mulut atau yang disebut halitosis kronis.

"Hal ini sering dianggap keliru sebagai bau badan, karena bau mulut diperkirakan menyebar ke seluruh tubuh Anda saat berbicara atau bernapas," jelas Preti.

Namun Preti menambahkan, satu-satunya cara untuk menghidari gangguan tersebut yaitu dengan cara merubah pola makan.[PelitaOnline]

0 komentar: