Perempuan Lebih Peka Terhadap Bau Badan

Written By Admin on Senin, 12 Desember 2011 | 12.12.11

Ilustrasi (dok.Kaskus)
Seseorang mungkin bisa menipu laki-laki dengan cara menggunakan parfum untuk menutupi bau badannya, tapi tidak untuk perempuan. Karena studi baru menunjukkan perempuan lebih sensitif terhadap bau badan ketimbang laki-laki.

Peneliti Amerika Serikat menemukan sulit menutupi bau ketiak seseorang ketika perempuan yang mengendus, tapi cukup mudah melakukannya ketika laki-laki yang mengendus. Studi ini dilakukan oleh Philadelphia's Monell Center dan dipublikasikan dalam Flavour and Fragrance Journal.

Dalam studi tersebut laki-laki dan perempuan akan menilai kekuatan dari bau ketiak yang muncul, baik secara alami atau setelah ditutupi oleh berbagai wewangian. Pengharum ini dipilih untuk menguji kemampuan seseorang dalam menghambat bau yang muncul melalui metode olfactory cross-adaptation (adaptasi penciuman silang).

Partisipan diminta untuk mengendus botol yang berisi bau badan dari relawan laki-laki dan perempuan. Diketahui laki-laki dan perempuan sama-sama baik dalam mendeteksi bau badan alami. Tapi ketika bau badan sudah tercampur dengan wewangian, maka kemampuan perempuan untuk mengendus bau badan jauh lebih baik.

"Hasil penelitian ini kemungkinan bisa menjelaskan mengapa begitu sulit memblokir persepsi mengenai bau badan pada perempuan. Hal ini karena secara faktor biologis, perempuan memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap bau-bauan dibanding laki-laki," ujar Dr Charles Wysocki, seorang ahli saraf perilaku, seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (18/11/2010).

Sementara itu Dr Leslie Knapp, pakar antropologi biologi dari University of Cambridge menuturkan ada alasan evolusi yang membuat kemampuan perempuan dalam mengendus bau badan lebih baik dari laki-laki. Karena hal ini bisa menjadi cara yang efektif untuk mengendus bau pasangan yang akan cocok dengannya.

"Perempuan mungkin harus lebih diskriminatif ketika memilih pasangan untuk menikah dan menghasilkan keturunan, karena perempuan berinvestasi lebih besar dibandingkan laki-laki dalam proses reproduksi," ungkapnya.

Dr Knapp menuturkan ada bukti yang menunjukkan bahwa bau badan bisa memberi petunjuk mengenai komponen genetik, salah satunya gen HLA yang terlibat dalam respons imun. Hal inilah yang membuat perempuan ingin memilih laki-laki dengan gen berbeda untuk menghasilkan keturunan yang lebih kuat. [detikhealth]

0 komentar: